Sabtu, 25 Februari 2012

Serba - Serbi Liga Champions


Juara Terbanyak Liga Champions
9 - Real Madrid (Spanyol)
7 - AC Milan (Italia)
5 - Liverpool (Inggris)
4 - Ajax Amsterdam (Belanda), Bayern Muenchen (Jerman)
3 - Barcelona (Spanyol), Manchester United (Inggris)
2 - Porto, Benfica (Portugal), Inter Milan, Juventus (Italia),
Nottingham Forest (Inggris)
1 - Aston Villa (Inggris), Glasgow Celtic (Skotlandia),
Red Star Beograd(Serbia), Borussia Dortmund,
Hamburg SV (Jerman), Feyenoord, PSV Eindhoven (Belanda),
Olympique Marseille (Prancis), Steaua Bucharest (Rumania)

Distribusi Juara Berdasarkan Negara
Spanyol (12 gelar juara)
Italia (11 gelar juara)
Inggris (11 gelar juara)
Jerman (6 gelar juara)
Belanda (6 gelar juara)
Portugal (4 gelar juara)
Perancis (1 gelar juara)
Rumania (1 gelar juara)
Yugoslavia (1 gelar juara)
Skotlandia (1 gelar juara)

Fakta unik Liga Champions
Musik yang mengiringi awal setiap siaran televisi kejuaraan ini digubah oleh Tony Britten, berdasarkan lagu gubahan George Frideric Handel yang berjudul Zadok the Priest, dan dibawakan oleh Chorus of the Academy of St. Martin in the Fields dan Royal Philharmonic Orchestra.

Lyrik Liga Champions Theme song
Ce sont les meilleure equipes
Es sind sie allerbesten Mannschaften
The main event
Die Meister
Die Besten
Les grande equips
The champions!
Une grande reunion
Eine große sportliche Veranstaltung
The main event
Ils sont les meilleurs
Sie sind die Besten
These are the champions
Die Meister
Die Besten
Les grandes equipes
The champions!

 Khusus bagi tim yang pernah juara Liga Champions 4 kali, di lengan baju kiri akan terdapat logo Liga Champions dan tertulis jumlah piala yang dikoleksi. Seperi Ajax misalnya, karena telah juara sebanyak 4 kali di lengan baju kiri terdapat logo Liga Champions disertai dengan jumlah piala yang didapat.

Dalam 19 musim terakhir, hanya ada satu tim yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions (saat itu format dan namanya masih Piala Champions) selama dua musim berturut-turut, yaitu AC Milan yang kala itu masih berpredikat The Dream Team.

Pada akhir musim 2004/05 terjadi masalah. Liverpool yang juara Liga Champions pada musim itu berhak lolos langsung ke babak penyisihan musim depan, namun Liverpool di liga domestik ada di peringkat lima. Everton yang merupakan peringkat 4 mengajukan protes, sehingga Liverpool dan Everton tetap ikut Liga Champions musim depan (Everton lewat kualifikasi) dan Inggris pun punya lima tim ke Liga Champions (terbanyak dalam satu negara).
READ MORE - Serba - Serbi Liga Champions

Sejarah Liga Champions


Anda pencinta sepakbola mungkin sudah tidak asing lagi dengan kejuaraan paling popular sejagad yaitu Liga Champions Eropa .Perhelatan yang mempertemukan jawara – jawara antar klub di benua biru ini sangat menyedot perhatian hamper separoh belahan dunia,mengapa demikian?Karena tidak dapat dipungkiri lagi bagi penggemar olahraga sepakbola bawah eropa merupakan kiblatnya olahraga ini.Lantas bagaimanakah sejarah dari Liga Champions itu,dibawah ini adalah uraianya.

Sejarah Liga Champions
Sejarah Liga Champions berawal satu bulan setelah Kongres UEFA yang pertama kali yaitu di Wina, Austria tanggal 2 Maret 1955. Namun anehnya kejuaraan antar klub Eropa ini bukanlah inisiatif yang datang langsung dari UEFA.Adalah  wartawan sebuah majalah olahraga di Perancis L-Equepi yang bernama  Gabriel Hanot dan rekannya Jacques Ferran yang mempunyai sebuah gagasan tentang sebuah sistem turnament yang diikuti oleh klub-klub Eropa.

Sistem Tournamen
Turnamen pertama kali yang diadakan tidak menetapkan tim yang berpartisipasi haruslah juara kompetisi di negara masing-masing melainkan tim yang diundang dengan fans atau pendukung tertinggi. Turnamen pertama kali diikuti oleh perwakilan 16 klub yang diundang pada tanggal 2 dan 3 April 1955, sekaligus telah disetujuinya sebuah aturan yang bulat tentang turnamen ini yaitu menggunakan system kandang dan tandang . Untuk pertama kali Turnament Kejuaraan antar Klub Eropa ( European Champions Clubs' Cup ) digelar di Lisbon.
Untuk edisi pertama ini, Real Madrid yang keluar sebagai juara dengan mengalahkan Stade Reims di stadion Parc De Princes Prancis. Di edisi kedua hingga ke lima, masih tetap dipegang Real Madrid. tapi begitu edisi keenam hingga ke-53, juaranya bergantian mulai dari Benfica, Man-U, Liverpool, Barcelona dan beberapa klub lainnya.

Klub Peserta awalnya adalah :
Servette (Swiss)                                            Sporting Lisbon (Portugal)
Rapid Wina(Austria)                                     AC Milan(Italia)
Rot-Weiss Essen (Jerman Barat)                IF Djurgaardens (Swedia)
voros Loboga (Hongaria)                              AGF Aarhus (Denmark)
Real Madrid (Spanyol)                                  Parizan Belgarde (yugoslawakia)
PSV Eindhoven (Belanda)                            FC Saarbrucken, Hibernian (Scotlandia)
Gwardiana Warsawa (Polandia)                  Anderlecht(Belgia)
Stade Reims (Perancis).

Dominasi Real Madrid
Real Madrid seakan membuat turnament ini seperti milik mereka sendiri dengan memenangkan 5 (lima) final pertama berturut-turut. Sejak saat itu klub-klub lain juga melengkapi kesuksesan mereka dengan merebut gelar ini lebih dari satu kali seperti AFC Ajax dan FC Bayer Munchen yang telah memenangkan gelar ini tiga kali berturut-turut. Namun, tidak ada satu klub pun yang mampu mendominasi kejuaraan ini dalam waktu yang panjang. Ajax menunggu 22 tahun untuk melengkapi gelar keempat mereka yang diperoleh pada awal tahun 1970-an; Madrid memenangkan kembali gelar ini tahun 1998 setelah menunggu selama 32 tahun; dan Munchen memenangkan tendangan penalti pada partai final di Milan tahun 2001 untuk melengkapi gelar keempat mereka setelah menunggu selama 26 tahun.

Kesuksesan Liverpool
Liverpool FC memenangkan empat gelar ini dalam kurun waktu 1977 s/d 1984 dan pantas disebut sebagai klub asal Inggris yang paling sukses dalam ajang ini. Liverpool FC kembali bersinar pada Final 2005 ketika membalikkan keadaan setelah tertinggal 3 - 0 dari AC Milan dan kemudian memenangkan adu tendangan penalti 2 - 3.

Yang Berjaya
Real Madrid CF dan AC Milan adalah dua tim yang sukses merebut gelar sebanyak 3 ( tiga ) kali setelah kejuaraan ini berubah menjadi format kompetisi. Madrid juga tim yang paling sukses dengan menggondol 9 ( sembilan ) gelar secara keseluruhan, diikuti Milan dengan 7 ( tujuh ) gelar , Liverpool dengan 5 ( lima ) gelar dan 4 ( empat ) gelar masing-masing oleh Bayern dan Ajax. Madrid juga memegang rekor terbanyak tampil di final, yaitu 12 kali. Milan di tahun 2002/2003 meraih sukses setelah menjalani 19 pertandingan mulai dari babak 3 kualifikasi hingga ke final dengan mengalahkan tim satu negara Juventus lewat drama adu penalti.

Perubahan Format Kompetisi
Kejuaraan ini mengalami evolusi dengan perubahan yang mendasar di season 1992/1993 ketika Liga Champions UEFA menambah babak prelimenary untuk melengkapi menjadi 32 tim yang masuk babak pertama ( first round ) dengan memakai sistem knock out dan menyusut menjadi 16 tim di babak kedua ( second round )yang juga sama memakai sistem knock out, kemudian didapat 8 tim di babak ketiga ( third round )yang dibagi menjadi 2 group dengan sitem round robin yang tiap tim menjalani pertandingan setiap Selasa dan Rabu di seluruh Eropa.


Post yang berkaitan dengan Liga Champion
Serba - Serbi Liga Champion
Fakta menarik di liga champions
READ MORE - Sejarah Liga Champions

10 Film Komedi Paling Menarik dan Lucu


1. Home Alone (1990)

Pemain: Macaulay Culkin, Joe Pesci
Sutradara: Chris Columbus

Ini adalah film komedi tahun 90-an yang tercatat paling fenomenal. Kevin
(Macaulay Culkin) yang tidak sengaja tertinggal di rumah saat hari
Natal, sementara orangtua dan saudara-saudaranya pergi berlibur ke
Paris, harus mengeluarkan semua triknya untuk menghadapi ulah dua
pencuri sial. Aksi Kevin dengan rangkaian triknya itu menjadi kekuatan
utama yang sangat menghibur dari film ini.

Film-film sejenis yang muncul belakangan, rasanya masih belum ada yang
dapat mengalahkan kelucuan film yang meraih pendapatan lebih dari 285
juta dolar ini. Siapa yang bisa menandingi ekspresi teriakan Kevin saat
kedua tangannya memegang pipinya yang cukup banyak ditiru film lain itu?
Sekuel berjudul Home Alone 2: Lost in New York yang diluncurkan pada
1992 melanjutkan kesuksesan peran Culkin sebagai Kevin. Home Alone
adalah Macaulay Culkin. Demikian juga sebaliknya.

Makanya ketika sekuel berikutnya, Home Alone 3, dirilis tanpa kehadiran
Culkin langsung meredupkan film itu di pasaran. Culkin sendiri setelah
dewasa mencoba melepaskan diri dari bayang-bayang Home Alone, tapi
sayangnya tidak berhasil. Karirnya kurang berjalan mulus.




2.Hot Shots! (1991)

Pemain: Charlie Sheen, Valeria Golino
Sutradara: Jim Abrahams

Pada saat film parodi belum seramai seperti sekarang, Hot Shots! datang
dengan segudang kelucuan yang memarodikan tokoh terkenal seperti Saddam
Hussein dan adegan-adegan dari film-film ngetop seperti Top Gun, Gone
with the Wind, Rocky, Superman, Nine ½ Weeks, dan Platoon lewat tokoh
Topper Harley (Charlie Sheen).

Yang tak terlupakan tentunya adalah adegan saat Charlie Sheen menggoreng
telur dan daging di atas perutnya Valeria Golino dalam rangka
memparodikan Nine ½ Weeks. Setelah Hot Shots!, mulailah film parodi
ramai dibuat dan berlanjut hingga saat ini. Sementara Hot Shots! sendiri
hanya sampai pada sekuel Hot Shots Part Deux (1993).



3. Dumb and Dumber (1994)

Pemain: Jim Carrey, Jeff Daniels, Lauren Holly
Sutradara: Bobby Farrelly, Peter Farrelly

Aksi kocak gila-gilaan Jim Carrey dan Jeff Daniels memerankan dua tokoh
yang selalu bertingkah bodoh sangat tidak sulit mengundang tawa.
Misalnya saat mereka harus berurusan dengan toilet di rumahnya Mary
Swanson (Lauren Holly). Film ini pun sukses meraup pendapatan lebih dari
$ 246 juta.

Tingkah super bodoh mereka berdua menjadi inspirasi bagi sejumlah film
komedi lain seperti American Pie (1999). Sayangnya, prekuelnya (Dumb and
Dumberer: When Harry Met Lloyd) yang dirilis pada 2003 terbilang gagal
di pasaran. Mungkin karena tidak lagi memasang Jim Carrey dan Jeff
Daniels



4. Bean (1997)

Pemain: Rowan Atkinson, Peter MacNicol
Sutradara: Mel Smith

Sukses di televisi, Mr. Bean juga sukses besar ketika diangkat ke layar
lebar. Tetap menyuguhkan keluguan dari sang tokoh pada setiap adegannya,
bahkan sejak dari awal. Bedanya untuk versi bioskop alur ceritanya
dibikin lebih panjang. Kali ini pameran sebuah lukisan terkenal, hampir
gagal total lantaran lukisan yang akan dipamerkan rusak akibat keisengan
Mr. Bean (Rowan Atkinson).

Jangan lewatkan bagaimana caranya mengakali soal lukisan rusak itu serta
keisengannya yang tidak sengaja membuat anaknya David Langley (Peter
MacNicol) yang sedang koma menjadi siuman. Atas ulah kocaknya itu, film
ini mampu meraih sekitar $ 230 juta dari pemutaran di bioskop seluruh
dunia. Tak heran, sekuelnya bertajuk Mr. Beans Holiday pun segera
menyusul di tahun 2007.


5. There's Something about Mary (1998)

Pemain: Cameron Diaz, Matt Dillon, Ben Stiller
Sutradara: Bobby Farrelly, Peter Farrelly

Sukses menggarap film Dumb and Dumber, tidak sulit bagi Bobby Farrelly
dan Peter Farrelly mendulang sukses besar lewat film komedi berkisah
soal cinta segitiga tokoh yang diperankan oleh Cameron Diaz, Matt
Dillon, dan Ben Stiller. Berbagai kelucuan yang susah dilupakan mengalir
deras di sini. Tentunya masih banyak yang ingat dengan gel pengeras
rambutnya Mary (Cameron Diaz). Begitu juga adegan mengintip Mary yang
sedang berganti baju yang ditiru oleh sejumlah film komedi lain.

Sukses besar film komedi ini membuahkan ganjaran sejumlah penghargaan
bergengsi. Tidak perlu heran juga kalau terkadang merasakan aura atau
pengaruh film ini saat menonton film komedi lain. Sebut saja seperti Not
Another Teen Movie (2001) dan Date Movie (2006).


6. Rush Hour (1998)

Pemain: Jackie Chan, Chris Tucker
Sutradara: Brett Ratner

Apa jadinya jika Jackie Chan dan Chris Tucker dipasangkan dalam film
komedi? Jadilah dua detektif berbeda ras yang kadang sok serius tapi
lebih sering bertindak konyol. Dengan balutan cerita ringan seputar
penculikan anak diplomat, aksi jenaka gerakan kung fu Jackie Chan dan
omelannya Chris Tucker menjadi paduan yang mengundang tawa.

Jangan lewatkan aksi komedi Jackie Chan saat berusaha tidak memecahkan
guci-guci raksasa walaupun sedang berkelahi dengan Juntao, penjahat
dalam film ini. Rupanya karena banyak yang suka dan menghasilkan uang
sebanyak lebih dari $ 200 juta, kerja sama Chan dan Tucker di film ini
terus berlanjut hingga ke Rush Hour 3 yang dirilis 2007 lalu. Tak heran
Rush Hour juga membawa pengaruh bagi sejumlah film berbau komedi macam
Shanghai Knights (2003) dan Agent Cody Banks (2003).


7. American Pie (1999)

Pemain: Jason Biggs, Shannon Elizabeth, Tara Reid, Seann William Scott
Sutradara: Paul Weitz dan Chris Weitz

Film komedi remaja dengan unsur cewek seksi berbalut cerita lucu seputar
rencana Jim (Jason Biggs) dan teman-temannya untuk melepas keperjakaan
mereka sebelum lulus sekolah. Adegan heboh yang tidak terlupakan
tentunya saat Nadia (Shannon Elizabeth) berganti baju di kamarnya Jim
yang disiarkan via webcam.

Sukses gila-gilaan dengan pendapatan seluruh dunia lebih dari $ 235 juta
(menurut Box Office Mojo), membuat American Pie kemudian menelurkan dua
sekuel dan tiga spin-off. Itu belum termasuk pengaruhnya membuat
membanjirnya film komedi remaja dengan unsur komedi serupa (baca: ada
unsur cewek seksi).


8. Scary Movie (2000)

Pemain: Anna Faris, Carmen Electra, Shannon Elizabeth
Sutradara: Keenen Ivory Wayans

Inilah film yang menjadi pemicu hadirnya rombongan film parodi horor. Di
sini, film Scream (1996) adalah salah satu yang menjadi objek utama.
Masih ingat bagaimana Carmen Electra hanya dengan pakaian two-piece di
taman bergaya seperti di film seri Baywatch padahal ia sedang dikejar
pembunuh bertopeng? Lainnya adalah The Sixth Sense, I Know What You Did
Last Summer, dan bahkan The Matrix.

Sebagai film komedi parodi horor dengan deretan bintang yang bukan
tergolong papan atas, Scary Movie terbilang sangat sukses jika melihat
penghasilannya yang mencapai lebih dari $278 juta menurut Box Office
Mojo. Sekuelnya sendiri sudah dibikin hingga Scary Movie 4 (2006).
Kabarnya Scary Movie 5 sedang dipersiapkan untuk dirilis akhir tahun ini
atau 2009 mendatang.


9. Kung Fu Hustle (2004)

Pemain: Stephen Chow
Sutradara: Stephen Chow

Ini adalah film kung fu berbalut komedi yang sangat kental hasil karya
Stephen Chow dengan dukungan berbagai efek visual canggih. Film ini juga
memasukkan parodi dari sejumlah film dan tokoh terkenal dari film-film
macam Shaolin Soccer sampai film The Matrix dan Spider-Man.
Kejar-kejaran Sing (Stephen Chow) dan Landlady (Yuen Qiu) yang seru
banget itu mengingatkan pada kejar-kejaran antara dua tokoh kartun, Wile
E. Coyote dan Road Runner. Saat diputar di Amerika pada tahun 2005, film
ini sukses besar. Kung Fu Hustle menjadi patokan baru bagaimana sebuah
film komedi bernuansa kung fu seharusnya dibuat.


10. Meet the Parents (2000)

Pemain: Ben Stiller, Robert De Niro
Sutradara: Jay Roach

Diperiksa dengan menggunakan lie detector oleh calon mertua? Itulah
salah satu mimpi buruk yang dialami Greg Focker (Ben Stiller) di film
ini. Masih ada segudang kesialan lain yang menimpa Greg ketika berusaha
menjadi calon menantu yang baik di hadapan Jack (Robert De Niro), ayah
dari cewek nya. Inilah film komedi Stiller terbaik setelah There's
Something about Mary (1998). Di film ini, Stiller membuktikan ia tidak
perlu beraksi berlebihan untuk membuat orang tertawa. Pengaruh film ini
terasa pada sejumlah film bernuansa komedi seperti My Big Fat Greek
Wedding (2002) dan Just Married (2003).

READ MORE - 10 Film Komedi Paling Menarik dan Lucu